DEBUNK: Fake It ‘Til You Make It
Dulu gue pernah suka banget nonton sebuah acara reality show. Di acara itu, salah satu coach-nya sangat suka mengatakan jargon ini: “Fake it ‘til you make it…“
Sounds catchy! And it even rhymes too! Dia sering mengatakannya waktu kasih semangat ke anak didiknya yang sedang berjuang untuk jadi pemenang di acara itu.
Ya… Sebenarnya sah-sah aja sih. Gak ada orang yang langsung bisa melakukan segalanya. Jadi pura-pura bisa aja dulu! Yang penting apa yang kelihatan sama mata kan?!
Tapi… Benarkah ini saran yang baik?
Fake It = Fake You
Faktanya, ada aja orang yang berhasil sukses dengan taktik “fake-it” mereka masing-masing.
Gak nyaman? Senyumin aja. Yang penting bikin mereka senang dulu.
Gak ikut aturan? Tutup mata aja. Nanti kalau udah terkenal juga mereka lupa.
Bisa berhasil dengan cara ini? Mungkin bisa.
Masalahnya, ketika kita terlalu sering berpura-pura, suatu hari kita bisa lupa mana yang nyata dan mana yang topeng belaka…
Kalau topeng itu sudah nempel selengket-lengketnya sama muka kita, ketika suatu hari kita betul-betul berhasil mencapai cita-cita kita, bisa jadi orang yang berdiri di podium kemenangan itu bukan lagi diri kita yang kita kenal!
Lalu harus gimana kalau orang sukses yang sudah dikenal semua orang itu ternyata bukan diri kita yang sebenarnya? Masih bisakah kita kembali menjadi diri kita yang dulu? Atau haruskah topeng itu jadi jati diri kita yang baru?
Menang dan Kalah
Ada orang yang rela melepaskan jati diri mereka demi sesuatu yang mereka anggap sangat berharga dan perlu diperjuangkan setengah mati.
Tapi ada juga orang yang rela melepaskan mimpi mereka demi tetap bisa memegang teguh idealismenya.
Mana yang lebih baik? Entahlah… Setiap orang punya pendapatnya sendiri.
Namun satu hal yang pasti, tidak pernah ada seorang pun yang bisa melihat masa depan.
Menang hari ini tidak bisa memastikan kemenangan di esok hari.
Begitu juga sebaliknya.
Mungkin menang sambil memasang topeng hari ini rasanya memuaskan. Tapi siapa yang tahu kalau suatu hari topeng itu jadi semakin sulit dilepaskan.
Mungkin melepaskan mimpi hari ini rasanya seperti kekalahan. Tapi siapa yang tahu ke mana hidup akan membawa mimpi yang mati itu di kemudian hari.
Chasing The Rainbow
Selama kita masih bernafas, hidup kita masih bisa berubah arah dan bentuk dengan cara yang tidak pernah bisa kita duga sebelumnya. Jadi jangan membatasi diri kita – termasuk mimpi dan cita-cita kita.
Mimpi bisa berubah. Cita-cita bisa berkembang. Tapi – menurut keyakinan saya – jati diri kita tidak seharusnya dijadikan taruhan. Karena hidup dengan topeng sepanjang hari adalah hidup yang kehilangan makna. Tidak peduli seberapa indahnya pun topeng itu.
Don’t lose yourself chasing rainbow.
Maybe just find other rainbows!
So you can still find that happiness while keeping yourself altogether.
Thanks for reading this! Leave your comment below. Follow juga Instagram @just.hilda untuk selalu dapat update terbaru dari blog Just Hilda. Dan kalau kamu suka artikel ini, jangan lupa share ke teman-teman kamu juga ya!
Spread love,



